PenjuruNegeri.Com – MUARO JAMBI – Suasana haru bercampur kecewa menyelimuti Lapangan Upacara Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, pada peringatan HUT ke-80 RI, 17 Agustus 2025. Puluhan siswa MTsN 7 Muaro Jambi yang sudah berlatih keras untuk penampilan drumband mereka harus menelan pil pahit: penampilan terhenti gara-gara musik ulang tahun diputar dengan volume keras.
Alih-alih sorak tepuk tangan, yang terdengar justru tangis kecewa anak-anak. Banyak dari mereka tak kuasa menahan air mata setelah kerja keras berhari-hari seolah sia-sia. Video momen memilukan itu pun viral dan memantik kemarahan orang tua serta masyarakat, bahkan telah menjadi sorotan hingga kepelosok negeri.
😢 Kronologi Insiden yang Viral
- Drumband MTsN 7 sudah siap tampil seusai upacara bendera.
- Tiba-tiba, musik “Selamat Ulang Tahun” diputar keras—disebut sebagai kejutan untuk Camat Sungai Bahar, Agus Riyadi, yang berulang tahun sehari sebelumnya.
- Penampilan drumband kacau, siswa kehilangan konsentrasi, dan akhirnya gagal tampil penuh.
- Orang tua murid pun geram, menyebut panitia tidak profesional.
⚖️ Camat Dipanggil Majelis Kode Etik ASN
Kasus ini tidak berhenti sebagai viral belaka. Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, langsung murka dan memerintahkan Sekda untuk memanggil Camat Agus Riyadi.
Pada 19 Agustus 2025, Agus Riyadi resmi dipanggil untuk klarifikasi di hadapan Majelis Kode Etik ASN Kabupaten Muaro Jambi.
- Majelis tengah mengkaji apakah ada pelanggaran etika dan kelalaian Camat dalam mengendalikan situasi.
- Sekda menegaskan, meski musik ulang tahun disebut kejutan dari panitia, Camat tetap dianggap lalai karena tidak segera menghentikan situasi.
- Keputusan soal sanksi resmi diperkirakan keluar dalam 2–3 hari setelah pemanggilan.
Dalam pernyataannya, Camat Agus Riyadi menyebut kejadian itu hanyalah miskomunikasi. Ia mengaku tidak tahu-menahu soal pemutaran musik ulang tahun, dan menyatakan itu adalah kejutan spontan dari atlet voli yang baru saja menjuarai turnamen lokal.
Agus mengaku sudah meminta maaf kepada pihak sekolah dan menganggap masalah ini sebagai pelajaran berharga.
Sebagai bentuk pemulihan moral siswa, Bupati Muaro Jambi menjanjikan undangan khusus untuk drumband MTsN 7 tampil kembali dalam karnaval resmi di Sengeti (20/08/25), dengan semua biaya ditanggung Pemkab Muaro jambi. Hal ini diharapkan bisa mengobati luka hati anak-anak yang terlanjur kecewa
Namun, wbesarganet dan orang tua murid terus menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial. Banyak yang menilai insiden ini mencoreng makna sakral HUT RI.
“Masa semangat anak-anak dikalahkan dengan lagu ulang tahun? Mereka sudah latihan mati-matian!” tulis seorang netizen.
Insiden drumband MTsN 7 di Sungai Bahar memantik gelombang kekecewaan publik. Camat Agus Riyadi kini harus menjalani pemeriksaan Majelis Kode Etik ASN, terancam sanksi disiplin. Pemerintah daerah berusaha menebus kesalahan dengan memberi panggung baru bagi siswa untuk tampil di karnaval Sengeti.
Kasus ini hendaknya jadi pengingat: jangan remehkan jerih payah anak-anak bangsa yang berjuang menjaga semangat kemerdekaan.


