PenjuruNegeri.Com – TANJAB TIMUR – Derita panjang warga Teluk Serdang, Rantau Rasau, seakan tak berujung. Sejak pagi hingga sore hari, Senin (11/8), kemacetan mengular hingga lebih dari 3 kilometer. Penyebabnya? Jalan utama yang menjadi urat nadi ekonomi warga rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan serius dari pemerintah setempat.

Setiap kali hujan mengguyur, kondisi jalan berubah bak kubangan lumpur. Mobil-mobil milik petani sawit yang membawa hasil panen terjebak, bahkan tak sedikit yang terperosok dan mogok di tengah genangan lumpur. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total.

“Sudah bertahun-tahun begini. Kalau hujan, kami bisa terjebak berjam-jam. Tolong pemerintah jangan tutup mata,” keluh seorang warga yang ikut terjebak macet.

Pemandangan memprihatinkan ini bukan sekali dua kali terjadi. Setiap musim hujan tiba, warga harus siap menghadapi kemacetan panjang dan kerugian ekonomi yang tak sedikit. Rasa kecewa dan marah pun semakin membuncah di tengah janji-janji perbaikan yang tak pernah terbukti.

Kini, warga hanya bisa berharap ada tindakan nyata, sebelum jalan rusak ini menelan lebih banyak korban dan menghambat denyut ekonomi desa yang bergantung pada kelancaran transportasi.