PenjuruNegeri.Com – Jakarta — Suasana haru menyelimuti Istana ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pernyataan resminya terkait insiden yang terjadi dalam aksi demonstrasi di sejumlah daerah. Dengan nada penuh empati, Presiden menegaskan keprihatinannya yang mendalam atas jatuhnya korban dan terganggunya rasa aman masyarakat.

“Setiap nyawa begitu berharga. Saya sangat berduka atas insiden yang menimpa anak-anak bangsa dalam aksi unjuk rasa. Hak menyampaikan pendapat dijamin konstitusi, tetapi keselamatan rakyat harus tetap kita jaga bersama,” ujar Presiden Prabowo dengan suara bergetar, seraya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.

Presiden menekankan pentingnya menahan diri dari segala bentuk kekerasan, baik dari aparat maupun peserta aksi. Ia mengimbau agar semua pihak mengedepankan jalan dialog sebagai solusi dalam menyampaikan aspirasi. “Kita adalah bangsa besar. Perbedaan pendapat semestinya memperkuat demokrasi, bukan menimbulkan luka. Mari kita rawat persatuan dengan cara yang bermartabat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga memerintahkan jajarannya untuk memberikan perhatian penuh kepada para korban dan keluarga terdampak, baik dari sisi kesehatan maupun pemulihan psikologis. “Negara hadir dan bertanggung jawab. Jangan biarkan ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” tegas Prabowo.

Pernyataan Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara ruang demokrasi dan stabilitas keamanan. Sikap ini diharapkan mampu meredakan ketegangan di tengah masyarakat, sekaligus membuka ruang rekonsiliasi antara pemerintah, aparat, dan rakyat.