Publik dan Gelombang Ketidakpuasan
Bagi masyarakat, penjarahan rumah pejabat adalah simbol protes keras terhadap elite politik. Di satu sisi, aksi itu jelas melanggar hukum. Namun di sisi lain, publik melihatnya sebagai ekspresi frustrasi atas jarak yang semakin lebar antara wakil rakyat dan konstituennya.
Sahroni, Nafa, Uya, dan Eko sempat menyampaikan permintaan maaf. Mereka berjanji akan memperbaiki diri, meski secara formal status mereka kini sudah berakhir sebagai anggota DPR.
Karier yang Terhenti di Tengah Jalan
Bagi keempat figur ini, penonaktifan menjadi pukulan telak. Sahroni yang dikenal sebagai “crazy rich Tanjung Priok”, Nafa Urbach yang sebelumnya meniti karier dari panggung hiburan, Uya Kuya sebagai presenter sekaligus politisi baru, dan Eko Patrio yang lama berkecimpung di dunia komedi sekaligus politik—semua kini menghadapi masa jeda dalam perjalanan politik mereka.
Senayan kehilangan warna, ruang kerja mereka terkunci, sementara publik menanti apakah keempatnya benar-benar akan kembali dengan semangat baru atau justru tenggelam dalam bayang-bayang krisis kepercayaan.


