“Pelacakan masih mungkin dilakukan, tetapi membutuhkan kerja sama lintas institusi, termasuk platform exchange dan analisis blockchain lanjutan,” tambah analis tersebut.
Sorotan Baru: Peran Vendor dan Tata Kelola
Isu ketergantungan pada pihak ketiga kini menjadi sorotan lebih tajam. Dalam perkembangan terbaru, analis menilai bahwa masalah tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga pada struktur pengawasan.
“Kalau sistem kritikal berada di luar kontrol penuh bank, maka risiko tidak hanya teknis, tapi juga strategis. Ini menyangkut bagaimana keputusan diambil dan diawasi,” ujarnya.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa persoalan utama bukan sekadar celah keamanan, tetapi kelemahan dalam governance dan kontrol internal.
Tekanan Regulasi Meningkat
Dengan kompleksitas kasus yang semakin terbuka, tekanan terhadap Otoritas Jasa Keuangan untuk bertindak semakin besar.
Sejumlah langkah yang dinilai mendesak antara lain:
audit forensik independen menyeluruh
evaluasi terhadap pengelolaan vendor
verifikasi sistem deteksi fraud
serta transparansi kepada publik
“Tanpa intervensi regulator, sulit memastikan apakah masalah ini benar-benar ditangani secara tuntas,” kata analis tersebut.
Risiko Lanjutan: Bukan Sekadar Kerugian Finansial
Kasus ini kini tidak hanya berdampak pada kerugian materi, tetapi juga memunculkan risiko lanjutan:
risiko kepercayaan publik terhadap perbankan
risiko sistemik jika pola serupa terjadi di institusi lain
risiko hukum jika terbukti ada kelalaian berulang
Lebih jauh, adanya indikasi bahwa vektor serangan masih belum diketahui menimbulkan kekhawatiran bahwa celah yang sama masih terbuka.
Penilaian Analis: Investigasi Belum Menyentuh Akar Masalah
Dalam perkembangan terbaru, analis menegaskan bahwa investigasi sejauh ini belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mendasar.
“Masalah utama bukan hanya bagaimana dana keluar, tetapi bagaimana akses awal bisa terjadi dan tidak terdeteksi. Selama itu belum dijawab, kita belum menyentuh akar masalah,” tegasnya.
Waktu untuk Transparansi Penuh


