PenjuruNegeri.Com – JAMBI — Aktivitas kuliner di Kota Jambi kembali menggeliat pasca bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejumlah pusat kuliner, rumah makan, hingga kafe tampak dipadati pengunjung, terutama pada malam hari.
Fenomena ini menjadi pemandangan yang kontras dibandingkan saat bulan puasa, di mana aktivitas makan di siang hari cenderung menurun. Kini, masyarakat kembali memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja di berbagai tempat makan.
Keramaian terlihat di sejumlah titik strategis kota, mulai dari kawasan kuliner kaki lima hingga tempat makan berkonsep modern. Lonjakan pengunjung bahkan mulai terasa sejak H+2 Lebaran dan terus meningkat hingga akhir masa libur.
Tradisi Pasca Lebaran Jadi Pemicu
Meningkatnya kunjungan ke tempat makan tidak lepas dari tradisi masyarakat yang menjadikan momen setelah Lebaran sebagai waktu untuk bersilaturahmi di luar rumah.
Selain itu, banyak warga yang memilih menikmati suasana santai tanpa harus memasak setelah sebelumnya disibukkan dengan persiapan hari raya.
“Biasanya setelah Lebaran, kami sekeluarga lebih sering makan di luar. Sekalian kumpul dan jalan-jalan,” ujar salah satu pengunjung di kawasan kuliner Kota Jambi.
Kawasan Kuliner Jadi Daya Tarik Baru
Kehadiran kawasan wisata kuliner baru juga turut mendorong meningkatnya aktivitas ini. Area yang mengusung konsep ruang terbuka dengan sentuhan budaya lokal menjadi pilihan favorit masyarakat untuk bersantai di malam hari.
Tidak hanya menawarkan makanan, kawasan ini juga menghadirkan hiburan ringan serta suasana yang nyaman, sehingga menjadi destinasi alternatif bagi warga.
Pelaku Usaha Rasakan Lonjakan Pendapatan
Para pelaku usaha kuliner mengaku mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa maupun selama Ramadan.
Pedagang kaki lima, pemilik warung makan, hingga pengelola kafe merasakan dampak positif dari meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Lebaran.
“Alhamdulillah, setelah Lebaran ini ramai sekali. Omzet naik hampir dua kali lipat, terutama malam hari,” kata salah satu pedagang.


