PenjuruNegeri.Com – KERINCI – Gelaran MX Asia Bupati Cup 2026 yang berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di kawasan Lahar Dingin, Desa Sungai Rumpun, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Event balap motor yang digadang-gadang sebagai ajang berskala regional hingga nasional itu justru menuai beragam kontroversi setelah berakhir.
Sorotan paling tajam datang dari persoalan hadiah yang diterima para pemenang. Sejumlah warganet mempertanyakan hadiah utama yang diberikan kepada juara, setelah beredar foto yang menunjukkan kendaraan hadiah berupa sepeda motor yang diduga merupakan motor bekas.
Kekecewaan publik semakin mencuat karena banyak pihak menilai hadiah tersebut tidak sebanding dengan besarnya gaung dan promosi event yang selama ini digaungkan. Beberapa komentar di media sosial menyebutkan bahwa mereka sempat mengira hadiah utama yang diperebutkan adalah sepeda motor baru, mengingat skala dan besarnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Tidak hanya kondisi kendaraan yang menjadi sorotan, publik juga mempertanyakan tampilan motor hadiah yang dalam foto yang beredar terlihat berada dalam posisi terbalik, sehingga memicu berbagai spekulasi dan komentar dari masyarakat.
Selain polemik hadiah, keluhan lain juga bermunculan terkait biaya yang harus dikeluarkan pengunjung selama pelaksanaan event. Sejumlah masyarakat menilai harga tiket masuk serta tarif fasilitas pendukung yang diterapkan di lokasi terlalu tinggi.
Berdasarkan berbagai unggahan dan komentar yang beredar di media sosial, tarif parkir kendaraan roda empat disebut berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per unit. Sementara untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Tak hanya itu, tarif penggunaan toilet umum atau WC juga menjadi perhatian pengunjung. Beberapa pengunjung mengaku harus membayar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu untuk sekali penggunaan fasilitas tersebut. Besaran tarif itu dinilai cukup memberatkan dan memicu reaksi beragam dari masyarakat.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengelolaan dan pengawasan fasilitas penunjang selama berlangsungnya event.
Padahal Bupati kerinci sendiri melalui akun media sosial resminya, menyampaikan bahwa penyelenggaraan MX Asia Bupati Cup 2026 tidak hanya bertujuan menghadirkan kompetisi olahraga otomotif dan hiburan bagi masyarakat. Event tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, memperkenalkan potensi daerah, serta memperkuat posisi Kabupaten Kerinci sebagai tuan rumah berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.
Namun, berbagai polemik yang muncul pasca penyelenggaraan justru menjadi bahan diskusi luas di tengah masyarakat. Banyak pihak berharap panitia penyelenggara maupun pihak terkait dapat memberikan klarifikasi terhadap berbagai keluhan yang berkembang agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap event yang sejatinya diharapkan mampu menjadi kebanggaan daerah.
Hingga berita ini ditulis, perbincangan mengenai hadiah juara, tarif parkir, hingga biaya penggunaan fasilitas umum di lokasi kegiatan masih ramai menjadi topik pembahasan di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.


