PenjuruNegeri.Com – Jakarta — Kediaman anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diserbu massa pada Sabtu (30/8) sore. Ratusan hingga ribuan orang merangsek masuk ke rumah politikus yang dikenal sebagai “crazy rich Tanjung Priok” itu, menjarah barang-barang pribadi, serta merusak sejumlah fasilitas.

Aksi massa berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 17.30 WIB. Warga sekitar melaporkan suasana ricuh, dengan kaca rumah pecah, perabotan diobrak-abrik, dan kendaraan mewah di garasi ikut menjadi sasaran amuk. Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa menghancurkan brankas berisi uang tunai rupiah dan dolar, menjarah tas bermerek, jam tangan mewah, bahkan patung koleksi Sahroni.

Tak hanya itu, dua mobil mewah milik Sahroni—termasuk Lexus dan Tesla—dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat lemparan batu dan hantaman massa.

poto/video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa mengamuk menghancurkan rumah Sahroni

Mengapa Ahmad Sahroni Jadi Sasaran?

Insiden ini tak bisa dilepaskan dari gelombang protes nasional yang sedang berlangsung. Sejak awal Agustus, demonstrasi merebak di sejumlah kota besar sebagai respons terhadap pernyataan dan sikap politik beberapa elite.

Ahmad Sahroni, yang dikenal publik sebagai “crazy rich Tanjung Priok,” kerap memamerkan gaya hidup mewahnya: koleksi supercar, jam tangan miliaran, hingga rumah megah di kawasan pesisir Jakarta. Dalam beberapa pekan terakhir, ucapannya di forum politik—yang dianggap publik meremehkan keresahan warga terkait ekonomi dan kebijakan pemerintah—menyulut kemarahan.

“Bagi massa, rumah Sahroni jadi simbol ketimpangan. Kemewahannya dipandang kontras dengan penderitaan rakyat,” kata seorang pengamat politik Universitas Indonesia, menilai situasi ini sebagai ledakan sosial akibat ketidakpuasan yang menumpuk.

Hingga Sabtu malam, polisi belum merilis keterangan resmi terkait insiden ini. Petugas sempat dikerahkan untuk mengendalikan massa, namun jumlah demonstran yang besar membuat situasi sulit dikendalikan.

Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material dipastikan sangat besar. Selain barang berharga yang hilang, perabot rumah tangga dan kendaraan mewah rusak parah.