PenjuruNegeri.Com – BATANG HARI Suara amarah dan kekecewaan menggema di Desa Tenam, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Senin siang (14/10/2025). Sekitar 50 warga memblokir jalan utama di RT 8 sebagai bentuk protes terhadap janji yang tak kunjung ditepati oleh pihak PT GCS Karbon Service (PT GCS).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.30 WIB itu dipicu oleh kekecewaan mendalam warga terhadap perusahaan yang sebelumnya berjanji akan mengalirkan listrik ke desa jika kegiatan operasional sudah berjalan. Namun, hingga kini, janji tersebut belum juga diwujudkan.

Amarah warga : jika pihak perusahaan tak segera memenuhi janji dan memperbaiki sikap terhadap masyarakat, mereka akan melarang kendaraan perusahaan melintasi jalan desa

“Mereka berjanji akan masukkan listrik kalau perusahaan sudah berjalan. Sekarang mobil-mobil PT sudah banyak yang melintas, tapi janji tinggal janji,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.

Kondisi jalan yang semakin rusak akibat aktivitas kendaraan berat perusahaan memperburuk suasana. Warga menuturkan, musim penghujan membuat jalan licin dan berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak dan pengendara sepeda motor.

“Sekarang musim hujan, jalan tambah hancur. Kalau begini terus, kami yang menanggung derita. Kalau ada masyarakat yang tertabrak, siapa yang tanggung jawab? Kami bisa mati sia-sia,” ujar warga lainnya dengan suara bergetar.

Ketegangan semakin meningkat setelah muncul kabar bahwa salah satu pengawas dari pihak PT GCS diduga berbicara kasar kepada warga yang menuntut hak mereka. Tak hanya itu, ketua RT 8 dan tokoh masyarakat yang ikut menyuarakan aspirasi warga bahkan dituduh menerima uang dari perusahaan, tudingan yang mereka tepis mentah-mentah.

“Kami berdiri di sini untuk warga, bukan karena uang. Tuduhan itu menyakiti hati kami,” kata salah satu perwakilan warga.

Amarah warga kini memuncak. Mereka menegaskan, jika pihak perusahaan tak segera memenuhi janji dan memperbaiki sikap terhadap masyarakat, mereka akan melarang kendaraan perusahaan melintasi jalan desa.

“Kalau mereka tidak tepati janji, jangan lewat jalan kami. Buat jalan sendiri,” tegas seorang ibu rumah tangga di lokasi aksi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT GCS Karbon Service belum memberikan keterangan resmi terkait aksi warga tersebut. Sementara aparat desa dan kepolisian setempat tengah berupaya melakukan mediasi agar situasi tidak semakin memanas.