PenjuruNegeri.Com – KERINCI — Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Jambi menggelar Pelatihan Water Rescue sebagai bagian dari rangkaian Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram pada 7–9 Desember 2025 di Desa Seberang Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Kegiatan strategis ini mendapat dukungan penuh dari KONI Provinsi Jambi.

Sebanyak 40 peserta dari FAJI kabupaten/kota se-Provinsi Jambi turut ambil bagian, termasuk pemuda Desa Seberang Merangin Pulau Sangkar yang selama ini aktif dalam klub arung jeram, operator wisata air, serta relawan tanggap bencana. Kehadiran mereka menambah semangat kolaborasi antara dunia olahraga arus deras dan sektor kebencanaan.

Pelatihan Water Rescue sebagai bagian dari rangkaian Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram

Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Umum FAJI Provinsi Jambi, Ahmad Khoiri, SP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi keselamatan merupakan fondasi penting dalam pengembangan olahraga arung jeram di Jambi.

“Pelatihan water rescue ini bertujuan membekali para penggiat arung jeram dengan kemampuan penyelamatan yang profesional, sehingga dapat diterapkan dalam olahraga, wisata air, maupun dalam kondisi darurat bencana,” ujarnya.

Selama tiga hari, peserta mendapat pembekalan intensif berupa materi teori dan praktik lapangan, mencakup teknik dasar penyelamatan di sungai berarus deras, penggunaan peralatan rescue, manajemen risiko, hingga simulasi evakuasi korban dalam kondisi ekstrem. Pelatihan dipandu oleh instruktur berpengalaman: Edy Candra (FAJI) serta Yose Hendra, Evren Leges Fino, dan Dani M. Yadirmansyah dari Basarnas Jambi.

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan ini diharapkan memperkuat pengembangan sport tourism berbasis sungai serta memperkokoh kesiapsiagaan bencana di wilayah Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Kerinci. Melalui rangkaian Kejurprov ini, FAJI Jambi berkomitmen menyiapkan atlet dan tenaga pendukung yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi standar keselamatan.