Bupati Sudewo menyebut demo ini “tidak konstitusional”. Ia mengklaim sudah membatalkan semua kebijakan yang memicu polemik. Namun rakyat menilai, kerusakan sudah terlanjur terjadi.

DPRD Kabupaten Pati pun mulai mempertimbangkan hak angket, membuka kemungkinan pemakzulan terhadap sang bupati—langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Pati modern.

🔚 Akhir Atau Awal?

Menjelang malam, massa mulai membubarkan diri. Namun bukan karena puas—melainkan karena lelah. Lelah dibungkam, lelah dihina, lelah menunggu pemimpin yang benar-benar berpihak.

Pati hari ini bukan sekadar demo. Ini adalah simbol perlawanan rakyat terhadap penguasa yang dianggap lupa diri. Ini adalah panggilan agar pemimpin kembali ke nurani.

Dan bila suara rakyat kembali diabaikan… sejarah menunjukkan: gelombang ini akan datang lagi. Lebih besar. Lebih marah.

“Negeri ini bukan milik penguasa. Negeri ini milik rakyat. Dan rakyat sedang bangkit.”