Dukungan IPK HIMPSI Wilayah Jambi
Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Wilayah Jambi, Dr. Ridwan, M.Psi., Psikolog, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, talk show dan upaya deteksi dini disleksia menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik di Jambi.
“IPK HIMPSI mendukung upaya deteksi dini dan talk show tentang Disleksia yang menunjukkan adanya kepedulian bersama pada Kesulitan Belajar Spesifik ini, di mana para penyandangnya mendapatkan kesempatan untuk terus menunjukkan potensi yang mereka miliki dengan dukungan keluarga dan pemerintah — terutama dunia pendidikan yang memberikan pendampingan sesuai kapasitas mereka. Dengan begitu, mereka tidak lagi dicap sebagai anak yang bodoh atau dibully oleh lingkungannya. Kepedulian bersama akan mewujudkan prestasi bagi mereka yang terindikasi disleksia,” ungkap Dr. Ridwan.
Pernyataan ini memperkuat pesan bahwa pendekatan lintas profesi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mendukung anak dengan perbedaan cara belajar.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Relawan
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talk show dan layanan deteksi dini non-diagnostik ini diikuti oleh guru PAUD, orang tua, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan inklusif.
Peserta mengaku mendapatkan wawasan baru tentang cara mengenali, memahami, dan mendampingi anak dengan disleksia tanpa stigma.
Acara ini juga melibatkan voluntir tim pelaksana — Dinda, Feni, Dewi, Indi, Zulamin, Jullia, dan Suliyani — yang mendukung Kandidat Indonesia Dyslexia Specialist Teachers Provinsi Jambi, Titin Sri Utami dan Damayanti, dalam menyukseskan talk show disleksia perdana di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Jambi untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif yang ramah, adaptif, dan berpihak pada semua anak.


