PenjuruNegeri.Com – KOTA JAMBI — Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), hadir dan membuka kegiatan Talk Show dan Deteksi Dini Kesulitan Belajar Spesifik (Disleksia) yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bulan Kesadaran Disleksia 2025 yang dilaksanakan secara serentak di 11 provinsi dan 26 kabupaten/kota di Indonesia.
Acara diinisiasi oleh Gerakan Bhinneka Indonesia di bawah naungan UN Dyslexia Network, USA, dengan pelaksana di Provinsi Jambi yaitu Kandidat Indonesia Dyslexia Specialist Teacher (IDST) — Titin Sri Utami dan Damayanti, didukung oleh Bunda PAUD Provinsi Jambi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, serta PAUD CBC Mawaddah Warrahmah.
Disleksia Bukan Kekurangan, Tapi Perbedaan Cara Belajar
Dalam sambutannya, Hj. Hesti Haris menyampaikan bahwa disleksia bukanlah kekurangan, melainkan perbedaan cara belajar yang memerlukan pemahaman dan pendekatan yang sesuai.
“Setiap anak memiliki potensi yang unik dan cara otak yang berbeda dalam memahami dunia. Tugas kita adalah membantu mereka menemukan cara belajar yang tepat, bukan menilai mereka dengan standar yang sama,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi awal bagi anak dengan kesulitan belajar, agar mereka mendapat pendampingan sesuai kebutuhan dan dapat tumbuh dengan percaya diri.
Dorong Pendidikan Inklusif di Provinsi Jambi
Sebagai Bunda PAUD Provinsi, Hesti Haris mengajak seluruh pendidik, kepala sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan inklusif dan holistik integratif di setiap satuan PAUD.
Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya bagi anak dengan disabilitas, tetapi juga untuk anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik, hambatan emosi, dan gaya belajar yang berbeda.
“Tidak ada anak yang tertinggal karena perbedaan cara belajar. Semua anak berhak tumbuh dan berhasil dengan caranya sendiri,” tegasnya.
Dukungan IPK HIMPSI Wilayah Jambi
Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Wilayah Jambi, Dr. Ridwan, M.Psi., Psikolog, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, talk show dan upaya deteksi dini disleksia menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik di Jambi.
“IPK HIMPSI mendukung upaya deteksi dini dan talk show tentang Disleksia yang menunjukkan adanya kepedulian bersama pada Kesulitan Belajar Spesifik ini, di mana para penyandangnya mendapatkan kesempatan untuk terus menunjukkan potensi yang mereka miliki dengan dukungan keluarga dan pemerintah — terutama dunia pendidikan yang memberikan pendampingan sesuai kapasitas mereka. Dengan begitu, mereka tidak lagi dicap sebagai anak yang bodoh atau dibully oleh lingkungannya. Kepedulian bersama akan mewujudkan prestasi bagi mereka yang terindikasi disleksia,” ungkap Dr. Ridwan.
Pernyataan ini memperkuat pesan bahwa pendekatan lintas profesi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mendukung anak dengan perbedaan cara belajar.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Relawan
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talk show dan layanan deteksi dini non-diagnostik ini diikuti oleh guru PAUD, orang tua, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan inklusif.
Peserta mengaku mendapatkan wawasan baru tentang cara mengenali, memahami, dan mendampingi anak dengan disleksia tanpa stigma.
Acara ini juga melibatkan voluntir tim pelaksana — Dinda, Feni, Dewi, Indi, Zulamin, Jullia, dan Suliyani — yang mendukung Kandidat Indonesia Dyslexia Specialist Teachers Provinsi Jambi, Titin Sri Utami dan Damayanti, dalam menyukseskan talk show disleksia perdana di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Jambi untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif yang ramah, adaptif, dan berpihak pada semua anak.


