PenjuruNegeri.Com – Jambi — Lebih dari dua bulan sejak insiden siber yang mengguncang Bank 9 Jambi terjadi pada 22 Februari 2026, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang benar-benar menjawab pertanyaan publik. Di tengah minimnya transparansi tersebut, tim investigasi independen justru menilai semakin banyak kejanggalan yang muncul dari pola transaksi, respons insiden, hingga efektivitas pengawasan sistem keamanan bank.
Salah satu sorotan utama adalah tidak ditemukannya indikasi percobaan serangan yang terdeteksi sebelum transaksi berlangsung. Menurut tim investigasi, pola ini tidak lazim untuk serangan eksternal konvensional.
“Kalau ini benar-benar serangan dari luar, biasanya ada jejak awal seperti scanning, brute force, percobaan login, atau anomali jaringan. Tapi sampai sekarang justru yang muncul adalah penggunaan jalur transaksi yang sah dan akun valid. Itu sebabnya dugaan penyalahgunaan akses terpercaya menjadi sangat relevan untuk diuji,” ujar seorang analis siber yang terlibat dalam kajian independen kasus tersebut.
Tim investigasi menyebut seluruh transaksi diduga dilakukan melalui transfer dari rekening korban menggunakan mekanisme yang secara sistem terlihat normal. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pelaku tidak merusak sistem dari luar, melainkan memanfaatkan akses yang sudah dipercaya oleh sistem.
Kejanggalan lain yang dipersoalkan adalah lambatnya respons insiden. Berdasarkan keterangan yang beredar dari pihak bank, kejadian diketahui sekitar pukul 05.00 WIB dan tindakan awal dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Selama 2 hingga 3 jam pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya hingga berhasil melarikan dana sebesar Rp 143 miliar.
“Dalam sistem perbankan modern, dua sampai tiga jam itu sangat lama. Kalau transaksi mencurigakan tetap berjalan selama rentang waktu tersebut, maka ada dua kemungkinan: sistem deteksi tidak bekerja, atau ada kegagalan containment yang serius,” kata analis tersebut.
Ia juga menyoroti bahwa hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai audit trail, authentication log, ataupun kronologi teknis resmi yang dibuka ke publik.


