Penjuru negeri.Com – MERANGIN – Suasana damai yang diharapkan Abdullah (55), warga Desa Muara Jernih, Tabir Ulu, berubah menjadi tragedi. Kedatangannya ke SMP Negeri 32 Merangin untuk membahas persoalan jalan kebun justru berakhir dengan dirinya terkapar tak sadarkan diri, diduga kuat akibat pengeroyokan oleh dua oknum, masing-masing seorang ASN berinisial UUN dan tenaga honorer bernama Paimin.

Insiden itu terjadi saat Abdullah datang secara baik-baik untuk bermusyawarah. Namun niat damai itu tak berlangsung lama. Menurut keterangan keluarga, sebuah serangan mendadak terjadi tanpa memberikan kesempatan korban untuk menghindar.

“Bapak saya datang untuk musyawarah baik-baik. Ketika sedang berbicara dengan Paimin, tiba-tiba seseorang datang dari belakang dan memukul kepala bapak dengan batu,” ungkap Bella, anak korban, dengan suara bergetar.

Tidak hanya satu pukulan. Abdullah dilaporkan menerima serangkaian kekerasan lain: tendangan di punggung dan injakan keras di bagian perut. Akibatnya, ia mengalami luka berat pada kepala, perut, serta tangan, membuatnya tak sadarkan diri di lokasi.

Warga yang panik segera mengevakuasi korban ke puskesmas. Namun kondisi Abdullah yang terus menurun membuatnya harus dirujuk ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko untuk penanganan intensif. Setibanya di rumah sakit, Abdullah langsung mendapatkan perawatan khusus oleh tim medis.

Sementara itu, pihak keluarga menuntut tindakan tegas dari aparat kepolisian agar kasus ini tidak berhenti menjadi kabar angin.

“Kami ingin kasus ini diusut tuntas. Pelakunya harus diproses seadil-adilnya,” tegas Bella.