Pertanyaan untuk Kita Semua

Apakah kita rela membiarkan situs sejarah ini lenyap demi emas sesaat? Apakah uang hasil PETI sebanding dengan kerugian ekologis dan hilangnya warisan dunia yang tak tergantikan?

Mengapa pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga lingkungan tidak bersinergi menyelamatkan Air Batu? Apakah kita harus menunggu hingga sungai ini benar-benar mati untuk sadar bahwa kita sedang membunuh masa depan dan melupakan masa lalu?

Rekomendasi Publik

  1. Stop pembiaran terhadap PETI. Warga tidak buta; mereka tahu di mana alat berat bekerja. Penegak hukum harus bertindak menyeluruh, bukan seremonial.
  2. Deklarasikan Sungai Air Batu sebagai kawasan konservasi terbatas, sejalan dengan status Geopark Merangin.
  3. Libatkan masyarakat dalam program pemantauan dan pelestarian sungai.
  4. Gandeng UNESCO dan komunitas internasional untuk menyuarakan ancaman ini ke dunia.
  5. Edukasi publik tentang pentingnya melindungi warisan geologis dan bahaya bahan kimia tambang.

Sungai Air Batu bukan hanya urusan Merangin, bukan hanya tentang Jambi. Ia adalah cermin masa lalu bumi dan milik generasi masa depan. Jika kita gagal menjaganya hari ini, sejarah tak hanya mencatat kerusakannya, tapi juga diamnya kita semua.

“Air Batu adalah buku sejarah terbuka yang kini hendak kita bakar sendiri. Jangan sampai generasi berikutnya hanya membaca fosil itu di buku—karena kita yang menghapusnya dari muka bumi.”