PenjuruNegeri.Com – Kota Jambi — Gelombang tekanan publik terhadap aparat penegak hukum di Provinsi Jambi kian menguat. Aliansi Masyarakat Anti Narkoba Provinsi Jambi bersama berbagai elemen menggelar aksi unjuk rasa di mapolda jambi (9/04/2026), mempertanyakan transparansi penanganan kasus kaburnya tersangka narkotika berinisial M. Alung Ramadhan dari ruang penyidikan Polda Jambi.
Aksi tersebut dipicu oleh sejumlah kejanggalan yang dinilai belum dijelaskan secara terbuka kepada publik, terutama terkait penanganan barang bukti sabu dalam jumlah besar, yakni mencapai 58 kilogram.
Koordinator aksi dalam orasinya menyoroti minimnya keterbukaan informasi dari pihak kepolisian. Ia mempertanyakan mengapa pengungkapan kasus dengan barang bukti besar tersebut tidak dipublikasikan secara luas, sebagaimana praktik yang lazim dilakukan dalam kasus narkotika lainnya yang biasanya disertai konferensi pers dan penampilan barang bukti.
“Kasus dengan barang bukti jauh lebih kecil saja bisa diekspos besar-besaran. Ini 58 kilogram, tapi justru terkesan tertutup. Ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, massa juga menyoroti fakta bahwa kasus ini disebut telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan, namun baru mencuat ke publik saat ini. Kondisi tersebut dinilai memperkuat kecurigaan adanya informasi yang tidak disampaikan secara utuh.
Sorotan lain tertuju pada informasi bahwa barang bukti sabu tersebut telah dikirim ke Jakarta untuk dimusnahkan. Namun, menurut aliansi, tidak ditemukan jejak dokumentasi publik maupun pemberitaan resmi terkait proses tersebut, sehingga memicu keraguan dan spekulasi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan rekaman CCTV saat tersangka diduga melarikan diri dari ruang penyidikan juga menjadi tuntutan utama. Massa mendesak agar rekaman tersebut dibuka secara transparan guna memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya.
“CCTV harus dibuka. Publik berhak tahu bagaimana tersangka bisa kabur dari ruang penyidikan,” ujar salah satu perwakilan massa.
Aliansi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke tingkat nasional, termasuk ke Mabes Polri dan Komisi III DPR RI, apabila tuntutan transparansi tidak segera dipenuhi.
Selain mendesak keterbukaan, massa juga menuntut aparat untuk segera menangkap kembali tersangka yang kabur. Mereka menegaskan bahwa masyarakat Jambi tidak ingin daerahnya menjadi lahan subur bagi peredaran narkotika.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa publik menuntut akuntabilitas dan keterbukaan dalam penanganan kasus-kasus besar, terutama yang berkaitan dengan jaringan narkotika berskala besar.


